Rektor UII, Edy Suandi Hamid mengatakan, ICW merupakan lembaga pertama yang akan mendapat gelar ini. Menurutnya, UII selalu memberi penghargaan kepada perorangan.
"Di saat amburadulnya legislatif, yudikatif, dan eksekutif dalam memberantas korupsi, ICW hadir sebagai pilar keempat dalam penuntasan korupsi," ujar Edy dalam jumpa pers "Pemberian UII Award," di restaurant Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (27/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut lagi Edi menambahkan, bahwa pemberian penghargaan tersebut tidak hanya berdasarkan kinerja ICW masa sekarang. "Kita tidak nilai ICW dari sekarang saja. Mulai dari zaman Teten Masduki," terangnya.
Edy juga berharap dengan diberikannya penghargaan ini, agar ICW lebih giat lagi dalam memberantas korupsi.
"Dia (ICW) berani dan punya data . Mereka juga tidak pernah minta uang ke negara," ungkap Edy.
Setelah vakum dari tahun 2000 sampai 2009, UII Award sendiri sudah berlangsung empat kali, pada 1997 yang mendapat penghargaan adalah Baharuddin Lopa, pada 1998 adalah Amien Rais, 2010 Mahfud MD, dan 2011 ICW.
(gah/ndr)











































