"Tidak ada kesalahan dari masing-masing institusi. Tapi pendekatannya harus berbeda. Tidak bisa dengan force di tengah malam," kata Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali, Taswem Tarib, dalam keterangan pers di kantornya, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Senin (27/6/2011).
Taswem menjelaskan, dalam menangkap target di dalam sel LP Kerobokan, seharusnya menggunakan taktik dan strategi berbeda. "Sebetulnya mudah sekali. Petugas BNN bisa saja pakai baju sipir," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun membantah telah terjadi provokasi dari narapidana untuk melawan petugas BNN. "Tidak ada provokasi. Orang sedang tidur, capek. Tiba-tiba dikagetkan dengan petugas berseragam, senjata lengkap. Otomatis mereka bereaksi (melawan)," kata Taswem.
Seperti diberitakan sebelumnya, BNN melakukan penangkapan terhadap narapidana atas nama Riyadi yang diduga terkait jaringan narkoba di Jakarta yang dikendalikannya dari dalam LP Kerobokan. Meskipun telah didampingi Kalapas dan Kepala Pengamanan LP, penggerebekan itu berujung perlawanan dari ratusan narapidana.
(gds/lh)










































