Tangkap Narapidana, Seharusnya BNN Menyamar Jadi Sipir

Tangkap Narapidana, Seharusnya BNN Menyamar Jadi Sipir

- detikNews
Senin, 27 Jun 2011 17:57 WIB
Denpasar - Kerusuhan di LP Kerobokan, lebih disebabkan kesalahan strategi BNN dalam menangkap narapidana yang diduga sebagai bandar pengedar narkoba dalam penjara. Seharusnya, BNN menggunakan pendekatan yang berbeda dalam menangkap narapidana, yaitu menyamar sebagai sipir.

"Tidak ada kesalahan dari masing-masing institusi. Tapi pendekatannya harus berbeda. Tidak bisa dengan force di tengah malam," kata Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali, Taswem Tarib, dalam keterangan pers di kantornya, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Senin (27/6/2011).

Taswem menjelaskan, dalam menangkap target di dalam sel LP Kerobokan, seharusnya menggunakan taktik dan strategi berbeda. "Sebetulnya mudah sekali. Petugas BNN bisa saja pakai baju sipir," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun yang terjadi sebaliknya. Tim dari BNN melakukan penangkapan unjuk kekuatan, seperti bersenjata. "Kalau narapidana diperlakukan seperti teroris, mereka marah. Sebab yang kita hadapi ini orang-orang sakit jiwa. Di dalam LP tidak semua bandar tapi kebayakan pengguna," kata Taswem.

Ia pun membantah telah terjadi provokasi dari narapidana untuk melawan petugas BNN. "Tidak ada provokasi. Orang sedang tidur, capek. Tiba-tiba dikagetkan dengan petugas berseragam, senjata lengkap. Otomatis mereka bereaksi (melawan)," kata Taswem.

Seperti diberitakan sebelumnya, BNN melakukan penangkapan terhadap narapidana atas nama Riyadi yang diduga terkait jaringan narkoba di Jakarta yang dikendalikannya dari dalam LP Kerobokan. Meskipun telah didampingi Kalapas dan Kepala Pengamanan LP, penggerebekan itu berujung perlawanan dari ratusan narapidana.

(gds/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini