Kedua pelajar tersebut bernama Wahyu Riyaldi (16) berstatus sebagai pelajar SMK Sriwijaya kelas 1 dan seorang lagi bernama Abdulrahman (14) berstatus pelajar Madrasah Tsanawiyah kelas 2 di Cakung, Jakarta Timur.
Seorang pedagang minuman ringan yang mangkal sekitar 10 meter dari lokasi kejadian, Kastolani (40) menuturkan, dirinya melihat 3 unit sepeda motor dengan kecepatan tinggi tengah beradu balap. Mereka semua saling berboncengan saat peristiwa terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat jatuh kepala kedua korban langsung terhempas ke aspal jalan yang sedikit lengang. Keduanya mengalami pecah kepala akibat benturan tersebut. Naas, keduanya tidak mengenakan helm saat itu.
"Kepalanya pecah," ujar Kastolini.
Salah satu orangtua korban dari Abdulrahman, Haji Muhammad (54) mengatakan, anaknya memang memiliki motor yang biasa dipakai untuk ke sekolah. "Motor Mio yang dipakai memang khusus dipake anak-anak," kata bapak dari 8 anak yang berprofesi sebagai tukang ojek di kawasan industri tersebut.
Motor tersebut biasa digunakan korban untuk pergi ke sekolah dan jalan-jalan bersama teman-teman bermainnya. "Dia (korban Abdulrahman) SIM belum ada. Kan dipakenya cuma ke sekolah dekat-dekat sini saja," ujarnya.
Keluarga korban menyatakan tidak akan melanjutkan permasalahan ke proses hukum dan menganggapnya sebagai musibah. "Kita anggap ini kecelakaan saja," kata Haji Muhammad.
Jasad kedua korban langsung dibawa ke kediamannya untuk kemudian dimakamkan dan dikuburkan.
(ahy/ken)











































