Penggusuran di Langkat Bentrok, 2 Warga & 1 Polisi Terluka

Penggusuran di Langkat Bentrok, 2 Warga & 1 Polisi Terluka

- detikNews
Senin, 27 Jun 2011 15:31 WIB
Langkat - Upaya penggusuran para perambah yang bermukim di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) berakhir dengan bentrokan. Dua warga terkena tembakan peluru karet dan satu polisi cedera terkena lemparan batu.

Bentrokan itu terjadi Senin (27/6/2011) sekitar pukul 12.30 WIB di kawasan Sei Minyak, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Bentrok bermula ketika tim Operasi Pengamanan Hutan Areal TNGL mendekati kawasan pemukiman yang ditempati para perambah.

Tim gabungan tersebut terdiri dari sekitar 1.200 personel tersebut berasal dari berbagai satuan polisi dan TNI. Mereka antara lain Batalyon Marinir Tangkahan Lagan, Batalyon Infanteri Raider 100, Brimob Daerah Sumut dan Balai Besar TNGL. Sementara pihak pemukim berjumlah sekitar 3.000-an orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika tim berupaya mendekati kawasan pemukiman, massa berupaya menghadang. Di tengah upaya negosiasi, kemudian ada lemparan kayu dan batu ke arah tim. Seorang polisi terluka. Lemparan ini memicu provokasi situasi. Tim kemudian merangsak maju, membubarkan massa.

Kepala Balai Besar TNGL, Andi Basrul menyatakan, dalam kejadian ini ada satu orang polisi yang terluka, sementara dari pihak perambah ada dua orang yang terkena tembakan peluru karet.

"Tiga orang juga diamankan dalam kejadian ini," kata Andi kepada wartawan.

Menyusul bentrokan ini, upaya pengosongan berhenti sementara. Kedua belah tengah bernegosiasi. Namun menurut Andi upaya pengosongan ini akan terus dilakukan. Kalau tidak bisa hari ini, maka besok akan dilanjutkan hingga kawasan tersebut kosong dari perambah.

Operasi pembersihan areal TNGL dilakukan karena banyaknya perambahan yang terjadi di kawasan yang dihuni secara illegal. Setidaknya 22.100 hektar areal TNGL yang sudah beralih fungsi karena perambahan yang dilakukan pemukim, yakni Sekoci, Barak Induk, Sei Minyak, dan Damar Hitam, di Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Upaya pemindahan sudah beberapa kali dilakukan namun tak kunjung berhasil. Para pemukim itu awalnya merupakan pengungsi dari Aceh, namun kemudian banyak disusupi perambah hutan dan menambah jumlah pemukim di kawasan hutan tersebut.


(rul/fay)


Berita Terkait