Polisi Selidiki Dugaan Konflik Internal

Penembakan Polisi di Bekasi

Polisi Selidiki Dugaan Konflik Internal

- detikNews
Senin, 27 Jun 2011 15:28 WIB
Jakarta - Kasus penembakan Aipda Sugiantoro di Bekasi, Jawa Barat, yang sudah berlalu satu bulan belum juga terungkap pelakunya. Penembakan bisa didorong oleh berbagai motif, termasuk konflik pribadi antar polisi yang bertugas di lapangan.

Menuurut penjelasan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar, mengatakan, berbagai motif penembakan masih diselidiki. "Keterlibatan seniornya itu juga jadi perhatian kita. Harus diperjelas kenapa ada keadaan itu (temba-menembak)," kata Baharudin di kantornya, Jakarta, Senin (27/6/2011).

Propam Polda Metro Juha masih memeriksa lima anggota Polres Bekasi yang saat penembakan berada tempat kejadian perkara di Jl Raya Mess AL Kampung Raden Jati Rangon, Bekasi. Petugas juga melakukan rekonstruksi berulang-ulang guna mengetahui fakta di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baharudin melanjutkan, keterangan anggota di lapangan saat itu belum menunjukkan fakta kejadian. "Sampai sekarang, mereka diperiksa dan keterangan mereka belum tentu yang sebenarnya. Bisa saja kelalaian mereka yang bertugas, bisa saja kesalahan mereka yang dialihkan ke orang yang melarikan diri itu," jelas Baharudin.

Guna mendukung keterangan dan hasil rekonstruksi, polisi melakukan uji forensik serta uji balistik. "Kondisi sebenarnya harus ada fakta pendukung yang akurat yang didukung oleh forensik," kata dia.

Faktanya, petugas hanya menemukan 4 butir peluru anggota di lokasi. Sementara peluru yang menembus kepala Aipda Sugiantoro, tidak diketahui rimbanya.

"Masih dilidik, karena belum ada kepastian bullet yang mengenai almarhum. Kalau itu ada atau didapat pelaku yang bawa kendaraan itu bisa diketahui senpi (yang mengenai anggota ) itu apa," bebernya.

"Kemudian senjata pelaku itu senjata apa yang digunakan," ujar dia.

Baharudin berjanji akan mengungkapkan ke publik jika pelaku penembakan telah diketahui. "Kapolda (Irjen Sutarman) katakan, sampaikan apa adanya kondisi sebenarnya, jangan ditutup-tutupi," ucapnya.

Sementara, Baharudin mengaku pihaknya menemukan banyak kendala dalam mengusut tuntas kasus penembakan ini. Salah satunya karena senjata yang digunakan pelaku penembakan belum diketahui.

"kita tidak tahu pasti bullet yang menembus kepala korban. Kemudian kondisi yang gelap dan tidak adanya saksi di lokasi menyulitkan penyelidikan," tutupnya.

(mei/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads