Sentilan ini dikatakan seorang anggota ormas Islam yang enggan disebutkan namanya. Menurut pemuda ini, tindakan kontroversial walikota menikahi gadis 19 tahun membuat kesan tindakan nyeleneh apa pun bisa dilakukan di Kota Hujan ini.
"Iya, Bogor sekarang sudah menjadi Kota Halal. Berarti semua perilaku dan pelanggaran yang dilakukan oleh warga serta pejabat Kota Bogor akan halal, termasuk perbuatan maksiat dan poligami lebih dari satu," ujar pria itu dengan nada kesal, Senin (27/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malahan mementingkan dirinya sendiri, padahal seharusnya mementingkan masyarakat. Bogor tiap hari macet!" keluh Irma.
Lukman, seorang satpam juga mengeluhkan tindakan Diani. Seharusnya Diani fokus mengurus warga Bogor daripada asyik berpoligami.
"Walikota Bogor saat ini udah tidak punya nurani, karena kelamaan menjabat. Harusnya dia lebih peka terhadap berbagai persoalan di Kota Bogor, bukannya malah memikirkan poligami," kata Lukman.
Pantauan detikcom, Diani sudah hampir sepekan tidak berkantor ke Balaikota. Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Bambang Gunawan mengatakan pelayanan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kota
(Pemkot) Bogor tidak terganggu.
"Jadi, selama ini kegiatan di lingkungan Pemkot Bogor tetap berjalan seperti biasa," paparnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia mengakui, orang nomor satu di Kota Bogor ini telah menikah dengan gadis 19 tahun beberapa hari yang lalu. Bambang mengelak menjawab apakah dia ikut diundang. Nah, mengenai menghilangnya Diani beberapa hari terakhir ini, Bambang mengatakan atasannya itu sedang di luar kota.
"Lagi di Makassar," kata Bambang singkat tanpa menjelaskan Diani pergi Makassar untuk urusan dinas atau pribadi.
(fay/vit)










































