Siapa Berbohong Soal Minta Maaf Pemancungan Ruyati?

Siapa Berbohong Soal Minta Maaf Pemancungan Ruyati?

- detikNews
Senin, 27 Jun 2011 15:23 WIB
Siapa Berbohong Soal Minta Maaf Pemancungan Ruyati?
Jakarta - Hingga kini, siapa yang berbohong terkait kasus Ruyati masih misterius. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengklaim, Arab Saudi melalui Dubes mereka, telah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf. Namun pernyataan itu dibantah keras.

Melalui siaran pers yang diterbitkan 23 Juni lalu, Kedutaan Besar Arab Saudi tegas-tegas membantah pernyataan Marty. Pihak Arab Saudi mengklaim tidak pernah mengakui lalai dan minta maaf terkait kasus Ruyati.

"Kedutaan menjelaskan secara tegas bahwa Yang Mulia Duta Besar tidak menyampaikan kepada Yang Mulia Menlu RI bahwa Ia mengungkapkan permohonan maaf Kerajaan atas tidak memberitahukan pihak Kedutaan Indonesia di Riyadh mengenai pelaksanaan eksekusi hukuman mati terhadap TKI/Ruyati," begitu bunyi siaran pers itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan resmi Kedutaan Arab Saudi itu kontan membuat publik bertanya-tanya. Sebab, sehari sebelumnya, Marty dengan tegas menyebutkan pihak Arab Saudi telah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf kepada Indonesia.

"Betul, mereka menyampaikan penyesalannya mengenai perkembangan ini kepada kami tadi. Beliau menyampaikan bahwa intinya mereka lalai karena tidak menyampaikan kepada kita, seharusnya disampaikan," kata Marty di Istana Negara pada 22 Juni.

Statemen yang saling bertolak belakang itu makin digunjingkan setelah Marty seperti enggan menanggapi persoalan itu. Ditemui di Istana Presiden pada 24 Juni, Marty hanya menyebutkan semua yang disampaikan ke pers telah sesuai fakta.

"Nggak ada lagi yang saya sampaikan mengenai masalah itu. Kami kira semua sudah sesuai fakta," kata Marty. Marty juga tidak secara tegas membantah semua pernyataan Kedubes Arab Saudi.

"Saya hanya menyampaikan bahwa semua penjelasan telah diberikan," jawab Marty singkat sambil buru-buru berlalu. Pihak Kementerian Luar Negeri melalui Jubirnya, Michael Tene juga tidak mau berkomentar banyak.

Lalu siapa yang berbohong? Belum jelas. Hari ini Senin (27/6/2011), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dengan Dubes Arab Saudi dalam sebuah acara di Bekasi. Diharapkan, SBY dan sang Dubes berbicara soal kasus Ruyati ini!

(ken/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads