Warga Lombok Tengah Mengamuk Rusak Kantor Polsek

Warga Lombok Tengah Mengamuk Rusak Kantor Polsek

- detikNews
Senin, 27 Jun 2011 14:13 WIB
Mataram - Sedikitnya 500 warga Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, 50 km sebelah timur Kota Mataram, NTB, mengamuk dan merusak Mapolsek Praya Timur tadi malam. Warga kesal dan menilai polisi lamban mengusut kasus perampokan yang berujung pada kematian warga setempat.
 
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hudi Karyono di lokasi kejadian Senin (27/6/2011) siang menyatakan, belum ada warga yang diamankan polisi menyusul aksi perusakan itu. "Kita masih mengupayakan saksi-saksi perusakan ini," kata Hudi.
 
Terkait kasus perampokan yang memicu marah warga, Hudi mengaku, meski sudah dua pekan berlalu, polisi baru bisa mengolah tempat kejadian perkara dan memintai keterangan korban. Mapolsek Praya Timur saat ini sudah dipasangi garis polisi dan dijaga aparat Brimob Polda NTB.
 
"Langkah selanjutnya, kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah tokoh agama dan tokoh masyarakat," kata Hudi.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan, ratusan warga mendatangi Mapolsek Praya Timur pada Minggu (26/6) pukul 22.30 Wita. Warga langsung bertindak beringas dan mengamuk, karena mendapat penjelasan yang tidak memuaskan dari petugas polisi yang menemui warga.

Warga melempar atap kantor dengan batu dan benda keras lain. Memecahkan kaca jendela, membanting seluruh perangkat elektronik dan komputer. Tembok ruang pemeriksaan dan ruang tahanan juga mereka jebol. Beruntung saat itu tak ada tahanan.
 
Seluruh isi kantor diobrak-abrik. Meja, kursi dibanting dan berkas-berkas penting dibuang berserakan. Pecahan batu dan bata berserakan di dalam ruang kantor. Tak satupun aparat kepolisian mampu menghentikan aksi beringas ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imbauan dari Camat Praya Timur, dan Kepala Desa yang berada di lokasi tak lama setelah warga mulai mengamuk, juga tak diindahkan warga. Wahyu, seorang saksi mata mengatakan, aksi perusakan warga itu berlangsung hingga Senin (27/6) dini hari. Kemarahan warga baru mulai reda setelah puas merusak seluruh bangunan dan ruang dalam Polsek.
 
Warga kesal, karena laporan perampokan yang menimpa Lalu Sabaruddin tak juga menunjukkan hasil, meski telah dilaporkan sejak dua pekan lalu. Polisi tak juga menemukan titik terang atas pelaku perampokan itu.

Sabaruddin pada 4 Juni dirampok di Jalan Desa Marong, saat mengendarai motor malam hari. Sabaruddin menderita luka bacok dan dirawat di Rumah Sakit Umum Praya, Lombok Tengah. Pada Minggu kemarin, nyawa Sabaruddin tak tertolong. Sore harinya, usai pemakaman, warga Marong mendatangi Polsek dan meminta pejelasan.

Saat itu, tanda-tanda warga akan mengamuk sudah terlihat. Ini karena warga mulai memecahkan kaca jendela kantor. Namun aksi berhasil diredam hingga tak meluas. Warga lalu kembali ke Desa Marong. Selepas isya warga menggelar tahlilan untuk almarhum, lantas kembali mendatangi polsek.

(fay/fay)


Berita Terkait