"Sebenarnya ini menjadi warning bagi pemerintahan SBY dan Boediono. Ini survei terendah ketika pemerintah tidak menaikkan harga apa-apa. Pada tahun 2008 pemerintah menaikkan BBM dan kepuasan rakyat turun. Sekarang ini ada anomali menyangkut penurunan kepercayaan publik sehingga kepuasannya turun hingga 47 persen," ujar Pramono yang juga Wakil Ketua DPR ini.
Hal ini disampaikan Pramono kepada wartawan di Gedung DPR. Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2011).
Menurut Pramono, pemerintah harus melakukan terobosan besar dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, jika ingin memperbaiki kepercayaan masyarakat. Bukan dengan membentuk Satgas setiap menyelesaikan persoalan.
"Bagaimana memperbaiki kinerja tidak cukup menyelesaikan masalah dengan satgas. Terlalu overload dengan satgas dan ini menjadi kontraproduktif," jelasnya.
Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada awal Juni 2011 menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden SBY merosot ke angka 47,2 persen. Merosotnya popularitas SBY, hingga di bawah angka 50 persen sejak terpilih dalam Pilpres 2009, ini salah satunya disebabkan oleh kasus Muhammad Nazaruddin.
Survei LSI menunjukkan tingkat kepuasan publik atas kinerja SBY sejak Januari 2011 ke Juni 2011 turun hingga 9,5 persen, yakni dari 56,7 persen ke 47,2 persen.
Survei ini dilakukan di lapangan dari tanggal 1 Juni-7 Juni 2011. 1.200 Responden dipilih secara acak yang mewakili 33 provinsi, disurvei dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error plus minus 2,9 persen.
(van/ndr)











































