Massa mengatasnamakan Koalisi Kerakyatan Peduli Pati dan sejumlah pendukung salah satu bakal calon bupati/wakil bupati Pati. Mereka membawa sejumlah poster bertuliskan "Bekukan KPUD", "Tolak Pilkada Pati", "KPUD Pati tidak netral", dalam aksi mereka, Senin (27/6/2011).
Massa yang sebagian berasal dari LSM ini juga membawa keranda yang ditutupi kain hitam. Pada kain tersebut tertulis "KPUD Pati".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator aksi, Danu Prayitno mengatakan KPUD Pati digugat karena dianggap menghilangkan hak konstitusi salah satu calon bupati/wakil bupati. Agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, PTUN diharapkan segera menyidangkan perkara tersebut.
"Nanti kami, masyarakat, rugi kalau masalah itu tidak selesai-selesai. Apalagi kalau pilkada sampai dibatalkan dan harus ada pilkada ulang," katanya.
Tak ada tanggapan atas tuntutan itu. Meski ditunggu hingga beberapa saat, perwakilan PTUN enggan menemui. Akhirnya massa memilih meninggalkan PTUN dan menggelar aksi serupa di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang
Pemilukada Pati dianggap bermasalah setelah KPUD meloloskan calon bupati (cabup) dari PDIP yang tak membawa rekomendasi DPP, Sunarwi. Sementara cabup pilihan DPP, Suroso (Mbah Roso) yang juga anggota DPR asal Pati, didrop dengan alasan berkasnya tak lengkap.
Oleh tim sukses Suroso, KPUD diadukan ke polisi dan digugat ke PTUN. Namun, hingga kini belum ada tindaklanjutnya. Tahapan pemilukada terus berjalan dan pemilihan direncanakan digelar 23 Juli mendatang. Pihak KPU, baik Pati maupun Pusat, merasa sesuai jalurnya sehingga optimistis pemilukada sukses.
(try/fay)











































