BNN Minta Dipersenjatai Guna Menunjang Kinerja

BNN Minta Dipersenjatai Guna Menunjang Kinerja

- detikNews
Minggu, 26 Jun 2011 19:01 WIB
BNN Minta Dipersenjatai Guna Menunjang Kinerja
Jakarta - Setiap tindak tanduk terkait pengungkapan narkotika, petugas Badan Nasional Narkotika (BNN) tidak dilengkapi senjata api. BNN menilai perlu penggunaan senjata api untuk membantu pelaksanaan tugas di lapangan terkait pemberantasan narkotika.

"BNN perlu disenjatai. Perlawanan terhadap petugas tidak hanya di dalam lapas, tapi juga di lapangan," kata Deputi Pemberantasan BNN Tomi Sagiman, usai perayaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Monas, Minggu (26/6).

Tomi mencontohkan, kasus penangkapan bandar narkotika di wilayah Jakarta Utara yang awalnya terungkap dari kasus penembakan busway beberapa waktu lalu. Setelah melakukan pendalaman kasus, diketahui pelaku juga sebagai pengedar narkotika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tomi, saat ini pihaknya belum memiliki senjata api sebagai pelengkap dalam menjaga dan menjalankan tugasnya.

"Dalam penegakan hukum itu kita ada kewenangan memaksa. Yang penting penggunaan senjata itu tepat dan benar," kata Tomi.

Kerusuhan terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, Sabtu (25/6/2011). Sekelompok narapidana mengamuk sesaat setelah aksi sweeping Badan Narkotika Nasional (BNN) yang diantar langsung oleh Kalapas Kerobokan Siswanto.

Razia narkoba oleh BNN yang bertujuan menangkap gembong narkotika di dalam LP Kerobokan, Riyadi mendapat perlawanan dari para narapidana lain. Riyadi adalah desertir setelah dipecat dari keanggotaan Densus 88 Antiteror.

Dalam aksi penggerebekan itu, menyebabkan Kalapas Siswanto terluka. Ia diserang oleh narapidana yang tak puas dengan aksi razia narkotika. Siswanto mengalami luka pada bagian kepala. Tangannya juga ikut terluka. Ia pun dilarikan ke RSUD Sanglah, Denpasar untuk mendapatkan perawatan.


(ahy/anw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads