Pemasangan plang yang sudah dilakukan sejak kemarin tersebut tetap tidak menyurutkan kegiatan warga untuk tetep mencari emas di sekitar Sungai Logawa.
Menurut Kabid SDM Dinas ESDM Banyumas, Junaedi, mengatakan pemasangan plang larangan menambang di wilayah tersebut sejak Santu (25/6/2011) kemarin sore. Pemasangan plang ini di maksudkan agar masyarakat menghentikan kegiatan penambangan karena dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, selain itu dapat membahayakan jiwa keselamatan warga karena banyaknya warga yang datang ke sungai bersama anak-anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, mengenai benar atau tidaknya adanya kandungan emas di Sungai Logawa, pihaknya akan melakukan penelitian lebih mendalam mengenai hal tersebut. Selama ini dari hasil pengamatan Dinas ESDM Banyumas, yang ditemukan dilapangan adalah 'pyrite'. Jika memang terdapat emas apakah itu terjadi secara primer atau skunder akan di cek.
"Memang emas itu bisa terjadi secara primer, kalau primer masih menyatu di batu. Sedangkan jika sekunder itu terjadi karena proses pelapukan, batuannya lapuk karena hujan dan terbawa oleh sungai. Emas itu kan berat jenis yang tinggi sehingga dia bisa terbawa oleh pasir-pasir kemungkinan bisa terjadi. Cuma kita harus cek dulu ke bagian hulu benar ada atau tidak," jelasnya.
Mengenai plang larangan menambang dari Dinas ESDM, warga atau penambang menanggapi biasa saja. Menurut Suryadi (47), penambang asal Kendal, Banyumas di sekitar lokasi, para penambang tidak terlalu serius menanggapi plang larangan tersebut, pasalnya para penambang dari luar Banyumas ini hanya berpatokan terhadap warga sekitar, sehingga selama masih ada warga sekitar yang terus ramai mencari emas, dirinya masih tetap akan berada di lokasi tersebut.
"Ya mau bangaimana lagi, jika dilarang ya kita pulang. Tapi jika masih banyak warga sekitar ya kita tetap bertahan untuk mencari emas," tutur Suryadi.
(nwk/nwk)










































