Survei LSI: Kepuasan Pemilih PKS Terhadap Kinerja SBY Kecil

Survei LSI: Kepuasan Pemilih PKS Terhadap Kinerja SBY Kecil

- detikNews
Minggu, 26 Jun 2011 15:24 WIB
Survei LSI: Kepuasan Pemilih PKS Terhadap Kinerja SBY Kecil
Jakarta - Meski menjadi bagian dari koalisi pemerintah, kepuasan pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kecil. Bahkan ketidakpuasan pemilih PKS hampir sama dengan pemilih PDI Perjuangan, yang adalah partai oposisi.

Demikian hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI): 'Merosotnya Leadership SBY di Mata Publik' yang dirilis di kantornya, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (26/6/2011).

Partai Gerindra, yang juga bukan bagian dari koalisi pemerintahan, menjadi partai yang paling tidak puas dengan kinerja SBY, yakni dengan tingkat kepuasan 25 persen. Kedua adalah PDIP dengan 40,7 persen dan PKS 40 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Partai Golkar, yang juga terkenal 'nakal' dalam koalisi, tingkat kepuasaannya relatif tinggi yakni 47,2 persen. Partai Demokrat menjadi partai dengan tingkat kepuasan tertinggi yakni 50,5 persen.

Peneliti senior Lingakaran Survei Indonesia (LSI), Sunarto Ciptoharjono, menilai angka 40 persen tersebut merupakan tingkat kepuasan pemilih PKS di akar rumput atas kinerja SBY di akar rumput.

"Ini mungkin kekritisan orang-orang PKS sendiri di grass root," kata Sunarto.

Sunarto mengatakan, elite PKS bisa menyatakan dukungan terhadap siapa pun. Namun, survei menunjukkan suara pemilih PKS di akar rumput adalah yang paling tidak puas ketiga terhadap kinerja SBY, setelah partai oposisi, Gerindra dan PDIP.

Survei ini dilakukan di lapangan dari tanggal 1 Juni - 7 Juni 2011. 1.200 Responden dipilih secara acak yang mewakili 33 provinsi, disurvei dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error plus minus 2,9 persen.

LSI mengaku survei yang dilakukannya tanpa pesanan pihak mana pun. Ada pun pembiayan diambil dari anggaran LSI, yang memang dialokasikan khusus dari hasil profit. "Jadi ini survei independen," ujarnya.

(lrn/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini