BNN Duga Petugas LP Kerobokan Terkait Jaringan Narkoba

BNN Duga Petugas LP Kerobokan Terkait Jaringan Narkoba

- detikNews
Minggu, 26 Jun 2011 12:43 WIB
BNN Duga Petugas LP Kerobokan Terkait Jaringan Narkoba
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) gagal mencokok tersangka kasus narkoba Hariadi dari LP Kerobokan, Denpasar, Bali. Petugas mendapat perlawanan dari para napi yang berbuntut pecahnya kerusuhan. BNN menengarai ada sipir terlibat jaringan peredaran narkoba dalam LP Kerobokan.

"Ada dugaan keterlibatan petugas dalam, karena sewaktu kita masuk, mereka (sipir LP Kerobokan) kaget, dan orang yang kita cari ini tidak ada di dalam sel-nya," kata Direktur Pemberantasan Narkotika Alami, Brigjen Pol Benny Mamoto di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (26/6/2011).

Benny memberi indikasi terkait keterlibatan orang dalam itu, karena saat masuk ke dalam LP Kerobokan, dia sudah melakukan koordinasi dengan KPLP dan ada surat perintah penangkapan, namun tetap saja pecah kerusuhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah ketuk pintu dan diantar masuk ke dalam oleh Kalapas dan KPLP, kalau tidak begitu tidak mungkin dibukakan pintu," imbuhnya.

Saat hendak menangkap Hariadi pada Sabtu (26/6) pukul 01.00 Wita, napi narkoba yang juga mantan anggota Densus 88 Polda Bali itu tidak berada di sel-nya. BNN menemukan dia berada di sel lain tengah berpesta narkoba. Petugas menemukan jarum suntik dan juga sabu.

"Barang bukti ada, tapi belum sampai ke tangan kita. Kita tunggu saja, kalau tidak serahkan berarti digelapkan," tegas Benny.

Razia narkoba oleh BNN yang bertujuan menangkap gembong narkotika di dalam LP Kerobokan, Hariadi mendapat perlawanan dari para narapidana. Hariadi adalah desersi setelah dipecat dari keanggotaan Densus 88 Anti Teror.

Dalam aksi penggerebekan itu, menyebabkan Kalapas Siswanto terluka. Ia diserang oleh narapidana yang menolak razia narkotika dan penangkapan terhadap Hariadi.

Siswanto mengalami luka pada bagian kepala. Tangannya juga ikut terluka. Ia pun dilarikan ke RSUD Sanglah, Denpasar untuk mendapatkan perawatan.

(ndr/lh)


Berita Terkait