"Dia ada di dalam sel lain, sedang main judi. Di situ petugas menemukan pisau, sabu, jarum suntik,jadi dia bukan tidur, sedang main pesta narkoba," kata Direktur Pemberantasan Narkotika Alami, Brigjen Pol Benny Mamoto di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (26/6/2011).
Penggerebekan yang dilakukan BNN pada Sabtu (25/6) dini hari. Hariadi diduga terlibat jarigan narkotika dari hasil pengembangkan penangkapan jaringan narkotika di Jakarta oleh BNN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny menegaskan, BNN tidak asal melakukan penangkapan, semua berdasarkan bukti lengkap. Hariadi diduga kuat memiliki kaitan dengan tersangka narkoba di Jakarta.
"Ada salah satu tersangka ditangkap di Jakarta, salah satu tersangka berkomunikasi lewat telepon dengan seseorang, setelah diselidiki ada di dalam Lapas, kita langsung kejar dan berkoordinasi dengan Kalapas dan KPLP," urainya.
Kerusuhan terjadi sekitar pukul 01.00 Wita, Sabtu (25/6). Narapidana mengamuk sesaat setelah aksi sweeping BNN yang diantar langsung oleh Kalapas Siswanto.
Razia narkoba oleh BNN yang bertujuan menangkap gembong narkotika di dalam LP Kerobokan, Hariadi mendapat perlawanan dari para narapidana. Hariadi adalah desersi setelah dipecat dari keanggotaan Densus 88 Anti Teror. Dalam aksi penggerebekan itu, menyebabkan Kalapas Siswanto terluka. Ia diserang oleh narapidana yang tak puas dengan aksi razia narkotika.
Siswanto mengalami luka pada bagian kepala. Tangannya juga ikut terluka. Ia pun dilarikan ke RSUD Sanglah, Denpasar untuk mendapatkan perawatan.
(ndr/lh)










































