Lokasi penemuan senjata itu berada di kawasan perkebunan sawit milik PT Socfindo di Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai. Santos (47) merupakan orang pertama yang menemukan senjata itu. Pria yang bekerja sebagai pencabut ubi kayu ini, melihatnya secara tidak sengaja, Sabtu (25/6/2011) pagi.
"Saya lihat tergeletak di tanah. Sebagian gagangnya sudah ditutupi rumput," kata Santos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
satu topi, dan tas pinggang berwarna hitam.
Senjata tersebut kemudian dibawa ke Polsek Dolok Masihul dan seterusnya dibawa ke Mapolres Serdang Bedagai di Sei Rampah, sekitar 50 kilometer dari Medan ibukota Sumut. Pencarian juga dilakukan dalam radius beberapa raus meter dari lokasi penemuan senjata itu, namun laporan sementara tidak ditemukan adanya senjata yang lain.
Kepala Polres Serdang Bedagai AKBP Arif Budiman menduga, senjata tersebut milik kelompok bersenjata yang merampok Bank CIMB Niaga Medan. Pada awal Oktober 2010, lokasi itu merupakan tempat pelarian
kawanan yang kemudian terlibat baku tembak dengan polisi.
"Kemungkinan memang milik mereka," kata Arif Budiman.
(rul/irw)











































