Wapres: Budaya Indonesia Terbuka

Wapres: Budaya Indonesia Terbuka

- detikNews
Sabtu, 25 Jun 2011 14:23 WIB
Wapres: Budaya Indonesia Terbuka
Jakarta - Wakil Presiden Boediono mengingatkan bahwa semenjak dahulu kebudayaan Indonesia terbuka terhadap dunia luar. Untuk itu, bangsa Indonesia tidak menutup diri terhadap interaksi dengan kebudayaan lain dan harus selalu senantiasa mempersiapkan diri untuk menepis dampak negatifnya.

"Upaya pelestarian adat dan budaya bangsa sangat perlu dilakukan, terutama dalam era globalisasi ini.Tetapi caranya harus tepat dan cerdas, bukan dengan menutup diri. Sejak dulu penduduk di Nusantara kita ini sudah berinteraksi dengan dunia luar. Budaya kita adalah budaya terbuka," ujar Boediono.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara II di gedung Merdeka Jl Asia Afrika, Bandung, Sabtu (25/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk melestarikan adat dan budaya nusantara, lanjut Boediono, nilai-nilai adat dan budaya tersebut harus selalu ditanamkan pada anak-anak Indonesia. Namun diingatkannya, bahwa hal itu tidaklah cukup untuk membuat mereka sanggup bersaing dengan dunia luar.

Bagaimana pun anak-anak Indonesia juga harus dibekali nilai-nilai baru dan lebih baik dibandingkan yang sebelumnya. "Pelestarian adat dan budaya harus diupayakan untuk tidak bertabrakan dengan kemajuan. Budaya dan kemajuan tidak harus saling meniadakan satu sama lain," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM ini.

Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara II ini dihadiri 201 perwakilan kerajaan dan kesultanan dari sabang sampai merauke. Saat acara pembukaan mereka mengenakan pakaian adat kebesarannya masing-masing. Sementara Boediono yang didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II hadir dalam balutan kemeja batik.

(adi/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads