Megawati Batal Kampanye, Warga Maluku Kecewa

Megawati Batal Kampanye, Warga Maluku Kecewa

- detikNews
Rabu, 23 Jun 2004 12:21 WIB
Ambon - Capres PDIP Megawati Soekarnoputri batal menghadiri kampanye di Lapangan Merdeka Ambon, Jalan Patimura, Maluku, Rabu (23/6/2004). Pendukungnya kecewa lalu meninggalkan lokasi. Belasan PNS hadir dalam acara tersebut. "Kami kecewa Ibu Mega tidak hadir. Padahal, kami datang untuk melihat secara dekat calon presiden. Pertama, kami dikecewakan ketika Ibu Mega melakukan kunjungan kenegaraan tetapi tidak berdialog langsung dengan warga. Ini untuk kedua kalinya," kata Pieter Maitimy yang langsung pulang setelah tahu Megawati tidak hadir.Hal yang sama disampaikan Hasry."Saya kecewa idola saya tidak hadir," ujar Hasry sambil meninggalkan lokasi.Permohonan maaf Megawati disampaikan Cawapres Hasyim Muzadi di hadapan 2.000 orang pendukungnya."Ibu Megawati minta maaf kepada warga Maluku atas ketidakhadiran pada kampanye ini dan meminta saya untuk ke Maluku.Megawati masih ada kegiatan di Makassar," ujar Hasyim yang datang didampingi 11 orang alim ulama Jawa timur.Dalam orasi politiknya, Hasyim menitikberatkan kesatuan dan persatuan antarumat."Persatuan antaragama itu penting, saya minta pertentangan agama harus diralat. Kalau tidak, tangan-tangan jahil akan kembali memporakporandakan Maluku. Penyelesaian Maluku terletak pada kesatuan dan persatuan rakyat Maluku," ungkap Hasyim."Penyelesaian Maluku bukan ada di Jakarta dan bukan di tangan menko polkam atau di luar negeri, seperti Belanda dan Belgia. Jadi saya minta kepada rakyat Maluku untuk bersatu dan jeli melihat persoalan ini," imbuhnyaSelain itu, Hasyim meminta TNI/Polri untuk tidak melakukan tindak kekerasan."Saya minta TNI/Polri tidak menyakiti rakyat Maluku," kata Hasyim.Berdasarkan pantuan detikcom, sekitar 15 orang PNS turut menghadiri kampanye Hasyim Muzadi di Lapangan Merdeka. Mereka tampak mengenakan pakaian dinas warna krem dengan tulisan Pemerintah Kota Ambon.Siluman Angka Dalam kesempatan itu, Cawapres Hasyim Muzadi mengimbau warga Maluku untuk mewaspadai aksi membeli suara saat pemilu presiden. "Kalau ada yang beli suara rakyat Maluku, ambil uangnya tetapi jangan pilih capresnya. Dengan demikian, Anda sudah ikut memberantas korupsi di Indonesia," imbau Hasyim.Lebih lanjut, kata Hasyim, pada pemilu legislatif banyak terjadi siluman angka yang merajarela."PDIP bukan siluman angka di Indonesia. Saya ingatkan kepada rakyat Maluku, dua atau tiga sebelum pemilu harus hati-hati di TPS karena banyak siluman bergentayangan," ujarnya."Saya minta warga Maluku memilih orang yang berlatar belakang religi dan orang yang berpaham kebangsaan," demikian Hasyim Muzadi. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads