Kader PDIP Bentrok Dalam Peringatan Bulan Bung Karno di Magelang

Kader PDIP Bentrok Dalam Peringatan Bulan Bung Karno di Magelang

- detikNews
Jumat, 24 Jun 2011 21:09 WIB
Kader PDIP Bentrok Dalam Peringatan Bulan Bung Karno di Magelang
Magelang - Peringatan Bulan Bung Karno dan Lahirnya Pancasila di Kabupaten Magelang ricuh. Acara yang digelar PDIP di Pantai Marhaen, Desa Prumpung, Kecamatan Muntilan, Magelang, Kamis(24/6/2011) itu diwarnai bentrok antara kader PDIP.

Tidak ada korban jiwa dalam bentrokan itu. Namun, jalan Raya Magelang-Yogyakarta sempat macet sekitar 45 menit lebih karena kericuhan itu.

Kericuhan terjadi saat Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Susilo Spt, yang juga kader PDI Perjuangan dilarang masuk oleh sejumlah satuan petugas (Satgas) yang berjaga di pintu masuk. Alasannya, Susilo dianggap sebagai kader yang ‘mbalelo’ bukan lagi sebagai kader PDIP serta tidak diundang.

Hal itu membuat sejumlah kader yang simpatik terhadap Susilo termasuk beberapa anggota satgas memilih keluar dari arena acara. Mereka kemudian mengikatkan pita putih di lengan sebagai simbol keprihatinan.

"Saya sebagai kader dilarang masuk! Padahal jelas dalam undangan disebutkan undangan juga ditujukan oleh Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Magelang. Dan saat ini saya masih aktif di fraksi sekaligus masih menjabat Ketua DPRD Kabupaten Magelang," tegas Susilo sambil memperlihatkan undangan Fraksi PDIP.

Tidak berselang lama, kubu Susilo yang jumlahnya lebih sedikit kembali meminta supaya diperbolehkan masuk ke tempat acara yang dihadiri oleh Mantan Rektor Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang, Sukirno.

Namun, satgas tetap melarang Susilo masuk, sehingga terjadilah bentrokan. Saat bentrok, Ketua DPC PDIP Magelang, Singgih Sanyoto, sedang melakukan orasi ilmiah diatas podium. Dua kubu yang bersitegang akhirnya terlibat baku pukul. Beberapa anggota polisi yang bersiaga di lokasi berusaha meredam emosi massa.

Kondisi makin parah saat bentrokan melebar ke jalan utama Magelang-Yogjakarta dan membuat arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan sekitar 45 menit lamanya. Beberapa massa simpatisan Susilo Spt terluka lantaran terjatuh. Sementara Susilo sendiri sempat terjebak di kerumunan massa yang bentrok. Setelah beberapa menit, akhirnya ketegangan berhasil diredam anggota Polisi.

Kedua kubu dipisahkan. Tidak ada massa yang diamankan oleh pihak kepolisian dalam bentrok ini. Sementara acara masih tetap berlangsung hingga usai.

"Ini bentuk ketidakadilan. Ternyata nilai-nilai pancasila tidak diterapkan di sini. Padahal Bung Karno tidak pernah mengajarkan hal yang demikian," tutur Susilo yang merupakan mantan Sekretaris DPC PDI Perjuangan dengan pengawalan ketat dari anggota Kepolisian.

Ditemui terpisah, Ketua DPC PDIP Singgih Sanyoto yang juga Bupati Magelang enggan mengomentari kejadian tersebut. Dia menilai hal itu merupakan konflik internal partai yang akan diselesaikan lewat jalur partai.

"Ini masalah intern partai, itu intern. Tolong jaga situasi dan kondisi kondusif di Magelang. Jangan dibesar-besarkan," terang dia ketika ditemui usai acara.

Soal pelarangan masuk, Singgih menyatakan itu masalah internal partai dan sangat panjang ceritanya. "Saya tidak akan komentar soal pelarangan masuk karena panjang ceritanya. Jadi tolong saya menjaga ini masalah keluarga PDIP. Kepentingan masyarakat hal yang lebih tinggi. Kapan saya bicara soal internal partai?" jelas Singgih.

Ditanya soal apakah Susilo masih dianggap sebagai kader DPC PDIP Kabupaten Magelang, Singgih pun menjelaskan. "Tanyakan pada beliau. Apakah dia sebagai kader yang semestinya? Tanyakan pada beliau," tegasnya.

(van/gah)


Berita Terkait