Pantauan detikcom sepanjang Jumat (24/6/2011), Diani tidak datang ke Balaikota Bogor. Padahal, ada acara peringatan Hari Anti Narkoba Sedunia di jajaran Pemkot Bogor.
Walhasil, acara itu hanya dihadiri pejabat teras di bawah Walikota. Sejumlah pejabat Pemkot Bogor enggan berkomentar soal menghilangnya orang nomor satu di Kota Bogor ini pada hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Diani sebenarnya sudah menghilang sejak Kamis (23/6). Pada Kamis malam itu, Diani seharusnya menerima penghargaan MUI atas prestasi Pemkot Bogor terhadap komitmen produk halal.
Penghargaan diberikan dalam acara Gala Dinner jelang Pameran Indonesia Halal Expo di Gedung Smesco, Jl Gatot Subroto, Jakarta. Tapi, rupanya hal itu bertepatan dengan resepsi pernikahan Diani. Walikota hanya mengirimkan asisten walikota untuk menerima penghargaan tersebut.
Resepsi Diani dan SI telah berlangsung pada Kamis (23/6) kemarin dengan undangan terbatas di kediaman Diani di Bogor Nirwana Residence (BNR), Bogor. Para undangan berbaju batik datang dengan bus Blue Bird.
Jika ada tamu undangan yang memakai mobil pribadi, harus menunjukkan undangan. Bahkan, wartawan sempat melihat mobil pribadi Walikota Bogor Diani Budiarto bernomor polisi F 1678 BE yang biasa digunakan untuk bertugas memasuki area BNR.
Pernikahan keempat ini dikritik. Sebabnya, Fauziah Budiarto istri keduanya yang selama ini mendampinginya dalam acara resmi-resmi sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta.
"Pejabat publik level Walikota, seharusnya menjadi panutan baik bagi masyarakat. Apalagi menikah untuk empat kali dan diduga telah memalsukan surat-suratnya alias tanpa restu istri-istri sebelumnya," kata Irianto, Ketua LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) Bogor, kepada wartawan, Kamis (23/6).
Diani adalah walikota Bogor yang menjabat untuk periode keduanya, 2009-2014. Pria kelahiran Bandung, 14 Januari 1955 ini, menjadi walikota atas sokongan sejumlah partai antara lain PDIP, Golkar dan PKS.
(fay/asy)










































