"Kami tidak perlu gedung, tapi kami perlu ruangan. Terserah Menteri PU mau taruh di mana kita, mau di kantor Menteri PU boleh," kata Marzuki.
Hal tersebut ia sampaikan di Gedung DPR Senayan, Jl Gatot Subroto Jakarta, Jumat (24/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua itu dilakukan oleh lembaga independen dari Universitas Indonesia. Jadi kalau tidak lulus ya tidak lulus. Lulus tidaknya ada di lembaga independen. Kita harus tegaskan ini karena yang dibayar itu uang negara," kata Marzuki.
Sebelumnya diberitakan Ketua DPR Marzuki Alie mengumumkan penundaan sementara pembangunan gedung baru DPR. Rencana pembangunan gedung baru DPR ditunda lantaran efisiensi yang dilakukan Kementerian PU terhadap rencana tersebut dipandang tak jelas. Selain itu kritik masyarakat yang sedemikian keras juga dijadikan pertimbangan mengambil keputusan ini.
(adi/rdf)











































