"Tentunya dari beberapa saksi sudah kita mintai keterangan. Ada beberapa saksi," kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo, sebelum menghadiri rapat paripurna di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2011).
Kapolri mengatakan, sedang disusun tim untuk mengejar dibantu oleh TNI. Namun, Kapolri enggan membeberkan identitas pelaku penembakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelakunya sama seperti sebelumnya, Pak? "Makasih ya, Dik," elak Kapolri.
Briptu M Yazin ditembak oleh penembak misterius di bagian kepala. Kondisinya kritis. Penembakan misterius ini terjadi pada Jumat (24/6/2011) sekitar pukul 09.00 WIT.
(aan/nrl)











































