"Memang sikap tertutup Saudi ini patut disayangkan. Mengapa dari kemarin mereka menutup diri terus, harusnya kan mereka punya itikad baik," kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik kepada detikcom, Jumat (24/6/2011).
Politisi asal PKS ini mengatakan, itikad baik seharusnya ditunjukkan jika Arab Saudi benar-benar menghargai Indonesia. Karena hal itu berkaitan dengan hubungan bilateral antar dua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfudz mengatakan, jika Arab Saudi benar-benar minta maaf, ada baiknya disampaikan secara langsung dan terbuka. Tidak melalui pihak lain seperti Menlu ataupun Kemenlu. "Sampaikan sendiri, jangan melalui pihak lain," kata Mahfudz.
Pada Kamis, Kedubes Arab Saudi menegaskan tidak pernah mengaku lalai dan meminta maaf soal eksekusi Ruyati. Pihak Kebubes hanya menyatakan akan menyampaikan surat yang dikirimkan Marty kepada Menlu Arab Saudi.
Padahal pada hari Rabu, Marty mengatakan Dubes Arab Saudi sudah mengaku lalai dan meminta maaf karena tidak memberitahu soal eksekusi Ruyati.
Permohonan maaf Arab Saudi ini juga pernah disampaikan oleh Juru Bicara Kemlu Michael Tene. Pernyataan Michael itu disampaikan pada Selasa 21 Juni atau sehari setelah pemanggilan pertama Dubes Arab Saudi.
Sedangkan Marty menyatakan, pernyataannya adalah berdasar fakta. Hal serupa disampaikan Michael.
(ken/nrl)










































