"Terlalu cepat ya kalau bicara ke arah sana," kata Jubir Presiden SBY Bidang Luar Negeri, Teuku Faizasyah, di Kantor Presiden, Jl Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (24/6/2011).
Faizasyah menilai, sikap Indonesia tegas Indonesia dalam diplomasi sudah dilakukan dengan pemanggilan Dubes RI di Riyadh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faizasyah yakin pada keterangan Menlu Marty Natalegawa bahwa Dubes Saudi menyampaikan permintaan maaf. "Yang saya garis bawahi adalah penyampaian Bapak Menteri kemarin adalah sesuai fakta," tuturnya.
Pada Senin (20/6), Dubes Saudi dipanggil ke Kemlu untuk menerima nota protes pemerintah Indonesia yang tidak mendapatkan informasi tentang waktu pelaksanaan hukum pancung pada Ruyati. Pada Rabu (22/6), Dubes Saudi dipanggil lagi guna menerima surat Marty untuk koleganya, Menlu Saudi. Pada malam harinya, Marty menuturkan Dubes Saudi mengaku lalai dan meminta maaf. Namun kemudian dalam siaran pers hari Kamis kemarin, Dubes Saudi membantah meminta maaf.
(ndr/nrl)











































