Jangan-jangan Nota Protes Ruyati Tidak Dilayangkan!

\'Perang Maaf\' Soal Ruyati

Jangan-jangan Nota Protes Ruyati Tidak Dilayangkan!

- detikNews
Jumat, 24 Jun 2011 14:36 WIB
 Jangan-jangan Nota Protes Ruyati Tidak Dilayangkan!
Jakarta - LSM Migrant Care meminta pengiriman nota protes pemancungan Ruyati dicek ulang menyusul saling bantah antara Menlu Marty Natalegawa dengan Kedubes Arab Saudi seputar permintaan maaf dan lalai. Nota protes itu dikhawatirkan tidak dikirim.

"Jangan-jangan tidak melayangkan protes juga. Perlu di-cross check," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, kepada detikcom, Jumat (24/6/2011).

Menurut dia, apabila pernyataan Marty soal minta maaf terbukti bohong dapat meresahkan keluarga 23 TKI yang terancam dihukum mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kan meragukan keluarga akan kinerja pemerintah membebaskan mereka dari ancaman hukuman mati di Arab Saudi," kata Anis.

Pada Rabu (22/6) malam, Marty menyampaikan, Dubes Arab Saudi meminta maaf kepada pemerintah Indonesia mengenai pelaksanaan hukuman pancung terhadap Ruyati binti Satubi. Saudi mengaku lalai tidak lebih awal memberitahukan jadwal eksekusi Ruyati.

Namun belakangan Kedubes Arab Saudi membantah statemen Marty. Kedubes Arab Saudi menegaskan Dubes Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia, Abdulrahman Muhammad Amien Al Khayat, tidak menyampaikan permohonan maaf dan lalai terkait eksekusi pancung Ruyati.

Dubes Saudi Arabia hanya menyampaikan akan meneruskan keinginan Menlu RI ke pemerintah Kerajaan Saudi Arabia tentang TKI Ruyati. Dubes juga akan menyampaikan surat Menlu kepada Menlu Saudi Arabia, Yang Mulia Pangeran Saud Al-Faisal.

(aan/nrl)


Berita Terkait