"Dubes Saudi juga harus tunjukkan perhatian dan empati terhadap kasus-kasus TKI. Karena warga Saudi juga punya banyak andil terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap TKI," ujar Mahfudz dalam pesan singkat, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (24/6/2011).
Mahfudz juga meminta Menlu Marty mengklarifikasi atas pernyataannya tentang Dubes Saudi sudah meminta maaf kepada publik. Hal ini agar Menlu tidak dinilai melakukan kebohongan publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedubes Arab Saudi pada Kamis kemarin menegaskan, tidak pernah mengaku lalai dan meminta maaf soal eksekusi Ruyati. Pihak Kebubes hanya menyatakan akan menyampaikan surat yang dikirimkan Marty kepada Menlu Arab Saudi.
Statemen ini menyangkal pernyataan Marty pada 22 Juni yang mengatakan Arab Saudi sudah mengaku lalai dan meminta maaf karena tidak memberitahu soal eksekusi Ruyati.
Permohonan maaf Arab Saudi ini juga pernah disampaikan oleh Juru Bicara Kemenlu Michael Tene. Pernyataan Michael itu disampaikan pada Selasa 21 Juni atau sehari setelah pemanggilan pertama Dubes Arab Saudi.
Sedangkan Marty menyatakan, pernyataannya adalah berdasar fakta. Hal serupa disampaikan Michael.
(nik/nrl)










































