Tak salah hampir di sejumlah daerah di Kabupaten Malang, hampir sebagian warganya menjadikan bekerja ke luar negeri sebagai warisan turun temurun. Salah satu contohnya di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Desa Purworejo, Desa Kedungsalam di Kecamatan Donomulyo, Desa Sumberayu, Dusun Polaman di Kecamatan Dampit, Desa Kademangan di Kecamatan Pagelaran, serta Kecamatan Gondanglegi.
Salah satu mantan TKI yang bekerja turun temurun adalah Riati warga Dusun Krajan, Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Selama hampir 8 tahun dirinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong. Dari hasil kerja itu, Riati bisa membeli satu hektare lebih ladang dan membangun rumah orang tua serta tempat tinggalnya sendiri.
Keberangkatan wanita kelahiran Malang 10 Juni 1965 ini tak lepas dari peran kakak kandungnya yang sudah dua tahun bekerja di Hong Kong. Riati yang hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat sekolah dasar itu memutuskan berangkat menjadi Tenaga Kerja Wanita.
"Itu tahun 1997 hingga 2005 saya pulang," ungkap ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Jumat (24/6/2011). Dia mengaku, waktu itu hanya menghabiskan kegiatan di ladang hasil menyewa dari orang tuanya, Sriami kakak kandungnya kemudian memintanya berangkat ke Hong Kong.
Beberapa tahun berlalu, dua adik kandungnya pun juga memutuskan untuk berangkat ke Hong Kong sebagai pembantu rumah tangga. Bahkan, putri keduanya yang bernama Emmy juga memilih bekerja di Hong Kong hingga saat ini.
"Anak saya kedua juga kesana sejak tahun 2005 lalu," ujarnya.
Menurutnya, di desanya sudah menjadi hal lumrah bagi warganya untuk berangkat bekerja di luar negeri. Hasil jerih payah terlihat dari tetangga ataupun keluarga yang bekerja di luar negeri memancing orang lain untuk ikut menjadi TKW.
"Disini cari uang seratus saja sulit, sekarang gaji pembantu disana hampir Rp 4 juta lebih satu bulannya. Siapa yang gak tertarik," katanya
(bdh/ndr)











































