Kofi Annan Kutuk Pembunuhan Sandera Korsel
Rabu, 23 Jun 2004 10:55 WIB
Jakarta - Pembunuhan sandera asal Korea Selatan oleh gerilyawan Irak mengundang kekagetan negeri Asia itu. Sekjen PBB Kofi Annan pun marah atas dipenggalnya Kim Sun-Il, pekerja Korsel di Irak itu. "Sekjen mengutuk sekeras mungkin kejahatan kejam ini, yang tidak bisa dibenarkan secara politik atau lainnya," tukas juru bicara Annan dalam sebuah statemen."Sekjen marah dengan pembunuhan Kim Sun-Il," ujarnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/6/2004). "Pada peristiwa sedih dan menyakitkan ini, Sekjen menyampaikan dukacita yang setulus-tulusnya kepada keluarga Kim Sun-Il dan pemerintah Republik Korea," demikian statemen tersebut.Kelompok militan Irak memenggal Kim setelah tuntutan mereka tidak dipenuhi pemerintah Korsel. Mereka menuntut pemerintah negeri Ginseng itu membatalkan keputusannya mengirimkan 3.000 pasukan ke Irak.Dewan Keamanan Nasional Korsel langsung mengadakan pertemuan darurat menyusul pembunuhan Kim. Presiden Korsel Roh Moo-Hyun pun hanya bisa meminta maaf kepada rakyatnya atas peristiwa itu."Saya sangat bersedih dan menyesalkan tragedi ini terjadi, meskipun semua orang dan pemerintah telah berharap dan berdoa untuk keselamatan Mr. Kim Sun-Il," tukas Presiden Roh dalam pidato singkat yang disampaikan secara langsung di televisi nasional.Kementerian Luar Negeri Korsel telah mengumumkan bahwa seluruh pekerja Korsel yang berada di Irak akan dievakuasi dari negeri itu.
(ita/)











































