"Ujung-ujungnya ya harus lepas jabatan, copot Menlu. Dubes Indonesia di Arab Saudi dipulangkan. Demikian juga Dubes Arab Saudi di Indonesia," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, kepada detikcom, Jumat (24/6/2011).
Menurut dia, Indonesia dan Arab Saudi perlu mengurangi hubungan diplomatik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden SBY bohong saat pidato ILO, dia bilang buruh sudah dihormati, dilindungi, sudah ada regulasi dan institusi untuk melindungi buruh, ternyata ini bohong dengan dipenggalnya Ruyati," kata Anis.
Menurut Anis, pemerintah blunder dalam merespon kasus ini. Pertama, Ruyati dibilang didampingi pengacara, tetapi ternyata tidak ada. Kedua, pemerintah memonitor kasus Ruyati dari awal sampai akhir, tetapi faktanya kecolongan pemancungan Ruyati. Pemerintah juga selalu membela perusahaan penyalur yang memberangkatkan Ruyati yang telah memalsukan usia Ruyati.
"Lalu fakta Ruyati yang sering disiksa, tidak diberi makan, dinegasikan terus. Pemerintah selalu berpaku pada kesaksian Ruyati membunuh majikannya. Katanya proaktif memberi info ke keluarga, ternyata keluarganya yang datang. Jadi kebohongan demi kebohongan dilakukan," papar Anis.
Anis meminta pemerintah jujur dan mengakui ada kelemahan dalam pendampingan, kecolongan akibat kelalaian. "Paling tidak, tidak berbohong dan jika terbukti berbohong ini menyakitkan," ujarnya.
(aan/nrl)











































