Sandera Dipenggal, Presiden Korsel Minta Maaf
Rabu, 23 Jun 2004 10:08 WIB
Jakarta - Kelompok gerilya Irak akhirnya memenggal seorang sandera asal Korea Selatan (Korsel). Presiden Korsel Roh Moo-Hyun pun hanya bisa meminta maaf kepada rakyatnya atas peristiwa itu."Saya sangat bersedih dan menyesalkan tragedi ini terjadi, meskipun semua orang dan pemerintah telah berharap dan berdoa untuk keselamatan Mr. Kim Sun-Il," tukas Presiden Roh dalam pidato singkat yang disampaikan secara langsung di televisi nasional.Namun pemimpin negeri Ginseng itu menegaskan bahwa pengiriman pasukan Korsel ke Irak diperlukan karena untuk membantu membangun kembali negeri itu. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (23/6/2004).Roh juga mengutuk terorisme sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan". Ia menegaskan tekad pemerintahnya untuk menangani dengan tegas terorisme bersama-sama komunitas internasional.Sebelumnya, kelompok penculik Irak telah mengancam akan membunuh Kim Sun-Il (33), warga Korsel yang bekerja di Irak, jika pemerintah Seoul tidak membatalkan rencananya mengirimkan 3.000 pasukan ke negara bekas rezim Saddam Hussein itu. Namun tuntutan ini ditolak pemerintah Korsel.Presiden Roh menyatakan bahwa pengerahan pasukan Korsel bukan untuk misi tempur, melainkan membantu pembangunan kembali Irak. " Rencana Korsel mengirimkan pasukan ke Irak bukan untuk terlibat dalam kekerasan terhadap rakyat Irak atau warga Arab lainnya, namun untuk membantu rekonstruksi dan pemulihan di Irak," tegas Roh.
(ita/)











































