"Saya menyarankan Kejagung mencermati dengan baik, analisa dengan baik," ujar anggota Komisi III DPR, Didi Irawadi usai acara diskusi Forwaka 'Mengupas Kasus Sisminbakum' di Restoran Gado-Gado Boplo, Jl Panglima Polim, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2011).
Didi menyarankan agar pengkajian Kejagung terhadap kasus ini dilakukan secara mendalam dan matang. Hal ini dipandang perlu agar keputusan yang diambil tidak bertentangan dengan rasa keadilan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Didi berharap agar penuntasan kasus Sisminbakum ini dilakukan oleh Kejagung dengan mengedepankan azas profesionalitas. Pasalnya, kasus ini telah lama menjadi perhatian masyarakat.
"Jadi tidak boleh ada potensi diskriminasi dan sebagainya. Benar-benar ditangani profesional karena kasus ini sudah sedemikian lama jadi perhatian publik," tegas anggota Fraksi Demokrat ini.
"Dan tentunya publik sudah menunggu penanganan profesional yang tentunya menjunjung nilai keadilan," imbuhnya.
Didi menambahkan, dalam upaya penuntasan kasus Sisminbakum ini hendaknya Kejaksaan turut melibatkan pihak-pihak yang dinilai mampu membantu. Contohnya seperti Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), dimana Didi mengaku mendapat informasi adanya aliran dana Sisminbakum yang mengalir ke luar negeri.
"Saya pikir semua pihak ya, PPATK, KPK, dan sebagainya. Bilamana saya mendengar ada kecurigaan dana mengalir ke mana, tentu ditelusuri dengan baik," tuturnya.
"Mudah-mudahan tidak ada dana yang mengalir pada pihak yang tidak patut menerimanya. Walau ini bukan pekerjaan mudah," harap Didi.
Namun demikian, dari semua itu Didi mengimbau semua pihak untuk mendukung Kejaksaan dalam upaya penuntasan kasus Sisminbakum ini.
"Kita fokus membantu Kejaksaan agar bisa ditangani sebaik-baiknya dan tidak ada diskriminasi. Jadi kasus ini selesai dan publik bisa dapat keadilan," tandasnya.
(nvc/mok)










































