Namun uang jaminan hidup yang sempat diperintahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten sampai saat ini belum ada realisasi. Pihak keluarga dan kedua anak Zaenab sama sekali belum pernah mendapatkan bantuan.
"Dulu pemerintah pusat pernah menegur kepada pemerintah kabupaten agar memberikan uang jaminan hidup bagi kedua anak Zaenab dan uang ke saya sebagai tulang punggung yang menanggung hidup anak adik saya. Nyatanya sejak dulu mulai kasus hukuman mati diberikan sampai sekarang tidak ada," keluh Moh Hasan, kakak kandung Siti Zaenab kepada detikcom di rumahnya, Desa Mertajasah RT 01 RW 02, Bangkalan, Kamis (23/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasan juga mengaku jika selama ini kasus yang sedang dialami oleh adiknya tidak mendapat perhatian dari Pemkab Bangkalan. "Tidak ada mas. Datang bertanya, atau memberi kabar apa tidak pernah," ujarnya.
Namun baru mulai hari ini, dirinya dipanggil oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bangkalan untuk diminta data. "Ya baru tadi siang. Gara-gara banyak wartawan ke rumah dan tayang di telivisi, tadi siang saya dipanggil ke Disnaker itu pun atas usaha dari teman LSM," imbuhnya.
Lagi-lagi Hasan berharap, saat ini keluarga hanya sedang berdoa dan terus berharap agar hukuman mati terhadap Siti Zaenab tidak jadi dilaksanakan.
(bdh/ndr)










































