"Itu Ketua Komisi IX terlalu berlebihan, subyektif dan tendensius," kata Ketua FPKB Marwan Ja'far lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (23/6/2011).
Menurut Marwan, Ribka seharusnya berfikir sebagai seorang negarawan. Siang tadi sudah terjalin harmonisasi antara legislatif dan eksekutif dalam penyelesaian masalah TKI. Karena itu, suasana pun sudah semakin kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rapat konsultasi yang diikuti ketua dewan, pimpinan fraksi, komisi-komisi, tim penanganan TKI Arab Saudi sangat konstruktif dan melegakan semua pihak, termasuk langkah-termasuk ke depannya," jelasnya.
Sebelumnya dalam acara dialektika di DPR, Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning menilai Kemenakertrans dan BNP2TKI gagal dalam melindungi TKI di luar negeri. Dalam rapat-rapat di bersama ke depan, Ribka akan melakukan aksi boikot.
"Yang memilih memang presiden tapi kita di DPR kan berhak menilai. Saya memberikan nilai merah untuk dua-duanya. Karena dua-duanya tidak bisa menangani permasalahan TKI. Jadi saya akan memboikot kehadiran mereka dalam pembahasan anggaran nanti kalau tidak ada perbaikan dalam penanganan TKI," ancamnya.
(mad/fay)











































