Massa dari BEM UI datang sekitar pukul 12.OO WIB di gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2011). Tak lama kemudian, mereka masuk ke halaman dan mulai menggelar aksinya.
Lima orang dari mereka, memegang sapu dan mulai menyapu halaman KPK yang secara sekilas hanya berdebu saja. Mereka lantas menyebar uang receh, sembari berorasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemerintah hanya terus berjanji menghapus korupsi hingga ke akarnya. Namun kenyataannya, tak terlihat upaya tegas dan serius untuk menangani kasus-kasus korupsi yang sedang marak, sebut saja kasus yang melibatkan mantan bendahara umum partai demokrat, M Nazaruddin. Upaya yang ditempuh KPK pun tidak jelas hasilnya.
Aksi menyapu halaman gedung KPK, kata Anneila Firza, dilakukan sebagai simbol menindak tegas para koruptor yang masih berkeliaran di Indonesia. Sedangkan aksi ngecrek, dilakukan untuk menyindir para koruptor. Digambarkan, masyarakat prihatin akan rasa 'haus' kekayaan dari para koruptor.
"Sampai-sampai pengamen pun ikut 'menyumbang' para koruptor," katanya.
(fjp/lrn)











































