"Wacana tersebut tidak menghormati kebhinekaan suara rakyat. Tidak menghormati kemajemukan politik masyarakat Indonesia," ujar Drajad saat dihubungi wartawan, Kamis (23/6/2011).
Menurut Drajad, PT yang digenjot langsung tinggi ke 5 persen, apalagi ditambah wacana untuk mengurangi jumlah kursi per Dapil dari 3 hinga 10 menjadi 3 hingga 6, mencerminkan syahwat oligopoli dan oligarki politik. Kondisi ini menurutnya akan menghasilkan kekuasaan pemerintahan dan DPR yang oligopolis dan oligarkis secara politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini adalah lahan yang sangat subur bagi korupsi," terang ekonom ini.
Menurut Drajad, PT sebesar 5 persen tersebut akan membuat korupsi makin sulit dideteksi apalagi diberantas. Itulah sebabnya PAN mendorong kenaikan PT secara bertahap,
"Tidak langsung loncat tinggi. Sementara jumlah kursi per dapil tetap 3 sampai 10. Ini supaya check and balance berjalan lebih maksimal, lingkungan untuk korupsi lebih minimal," paparnya.
(her/mad)











































