Desakan ini disampaikan lewat aksi unjuk rasa BEM UNS di pertigaan depan kampus mereka di Jl A Yani, Kartosuro, Solo, Kamis (23/6/2011) siang. Aksi dalam penjagaan ketat polisi itu sempat memacetkan lalu lintas di jalur utama masuk kota Solo tersebut.
Dalam aksi tersebut mereka mendesak pemerintah lebih bersungguh-sungguh melindungi nasib para TKI yang terlilit masalah hukum di negara tempatnya bekerja. Mahasiswa berharap Ruyati adalah TKI terakhir yang mengalami nasib buruk di negeri orang. TKI lain seperti Darsem yang masih berproses hukum, harus bisa diselamatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(mbr/fay)











































