Pemandangan itu terjadi dalam acara Workshop Jurnalis Cilik, Membangun Generasi Antikorupsi di Auditorium KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (23/6/2011). Busyro berinteraksi langsung dengan siswa-siswi SD dari berbagai wilayah di Jakarta.
Di awal acara, Busyro memberi pertanyaan pengantar. "Siapa yang tahu siapa itu koruptor?" tanya Busyro kepada para jurnalis cilik.
Pertanyaan Busyro itu langsung dijawab oleh, Febi, siswi dari SDN Kebon Jeruk. Bukannya, menyebut definisi seorang koruptor, Febi malah menyebut nama-nama orang yang tersangkut kasus korupsi.
"Koruptor itu pejabat, kayak Gayus, Nazaruddin," cetus Febi.
Mendengar jawaban Febi, Busyro geleng-geleng sembari tersenyum. Mantan Ketua Komisi Yudisial ini langsung melempar pertanyaan balik.
"Lho kok kamu tau tentang Nazaruddin. Menurut kalian, KPK akan memanggil Nazaruddin nggak?" tanya Busyro.
"Pasti," jawab Febi.
"Menurut kalian, KPK bisa dengan cepat nggak manggil Nazaruddin?" Busyro kembali balik bertanya.
"Lebih cepat lebih baik," jawab Febi.
"Wah nyindir ini," cetus Busyro setengah berkelakar.
Nazaruddin saat ini tengah berada di Singapura. Dia dua kali mangkir dari pemeriksaan di KPK terkait kasus suap wisma atlet tanpa alasan yang jelas. Sesuai dengan prosedur yang ada, KPK sudah dapat melakukan pemanggilan paksa terhadap Nazaruddin.
"Setelah dua kali tidak hadir tanpa keterangan, kita sudah bisa untuk memanggil paksa. Jika yang bersangkutan ada di tempat, kita bisa langsung membawa. Tapi kalau tidak ada, nah itu yang tengah dirapatkan," terang jubir KPK Johan Budi SP di kesempatan sebelumnya.
(fjp/lrn)











































