"Sistem penegakan hukum dalam hal menciptakan keamanan dan ketertiban tidak berjalan dengan baik. Saatnya pemerintah berkoordinasi dengan semua unsur penegak hukum yang ada di Jakarta, untuk menekan keberadaan kelompok-kelompok tersebut," ujar pengamat kebijakan publik, Andrinof Chaniago, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (23/6/2011).
Andrinof mengatakan, sebenarnya komunitas preman timbul karena lingkungan sosial masyarakat di Jakarta tidak terbangun dengan baik. Masyarakat Jakarta cenderung bersifat individualistis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, lanjut dia, Jakarta punya sumber daya manusia (SDM) yang cukup untuk menciptakan suasana yang kondusif sebagai ibukota negara. Sayangnya terkadang pemerintah dan unsur penegak hukum yang ada justru lemah menghadapi aksi keberadaan komunitas preman.
"Pemerintah tidak perlu takut hadapi preman, kalau pemerintah tegas pada kelompok-kelompok yang membuat rusuh itu, saya yakin mereka akan patuh," tandasnya.
(lia/rdf)











































