Andi Nurpati: Mafia Pemalsu Surat Justru Ada di MK

Andi Nurpati: Mafia Pemalsu Surat Justru Ada di MK

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2011 17:53 WIB
Jakarta - Mantan anggota KPU Andi Nurpati membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam kasus pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK). Perempuan yang kini menjadi pengurus DPP Partai Demokrat itu justru menuding mafia pemalsu surat itu sebenarnya berada di MK.

"Mafianya justru ada di MK," ujar Andi Nurpati saat dihubungi wartawan, Rabu (22/6/2011).

Menurutnya, ia memang memimpin rapat pleno saat penentuan calon DPR dari Dapil I Sulawesi Selatan. Namun, saat itu perwakilan dari MK juga hadir dalam rapat pleno itu. Perwakilan itu tidak protes atas hasil rapat yang memutuskan Dewi Yasin Limpo sebagai calon yang berhak duduk di DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekali lagi pada saat itu ada orang MK yang hadir. Ketika kita kemudian membahas orang MK-nya tidak keberatan. Seharusnya orang MK dibekali putusan amar-amar itu agar mengerti apa substansi putusan MK yang dibahas pada pleno KPU," terangnya.

Nurpati mengaku memang mengenal mantan hakim konstitusi Arsyad Sanusi termasuk dengan Juru Panggil MK, Mashuri Hasan. Namun Andi mengaku tidak mengenal putri Arsyad, Neshawati.

"Pak Arsyad kita kenal, kenal biasa. Hasan kenal di MK. Karena saya memang intens dengan MK. Pak Putu (I Gusti Putu Artha, anggota KPU-red) dengan saya yang intens datang ke MK. Tapi kalau Nesha, saya malah baru dengar dari media," terangnya.

Nurpati yang saat ini menjabat sebagai Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat ini menyatakan siap memenuhi panggilan Panja Mafia Pemilu Komisi II DPR. Dia akan memberikan penjelasan surat tertanggal 14 Agustus 2009 lalu itu.

"Pleno yang saya pimpin pakai surat tanggal 14 Agustus yang katanya palsu. Tapi, saya tidak pernah menerima dan membuka surat palsu yang dikirimkan MK tanggal 14 itu, sampai Rapat Pleno dilangsungkan," imbuhnya.

(her/lrn)


Berita Terkait