"Kita duga doorlock rakitan," ujar Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto saat ditanya mengenai senjata yang digunakan S dan gengnya saat ditemui di tempat penggerebekan TKI Jalan Wibawa Mukti II KM 6 Kampung Cakung RT 3/4, Kelurahan Jatisari, Kota Bekasi, Rabu (22/6/2011).
Satu peluru yang menyerempet siku kiri Johanes masih diperiksa. Kini, polisi masih mengejar pelaku yang diketahui pengangguran, S dan kawan-kawannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi pagi dini hari kira-kira pukul 00.30 WIB, pacarnya ngajak temannya 9 orang mau bawa ceweknya. Tapi cewek ini nggak mau. Orangtuanya pun menghalangi," kata Kapolres Bekasi Kombes Pol Imam Sugianto saat dihubungi detikcom.
Imam menceritakan kejadian ini bermula saat KK pergi dari rumahnya. Orangtuanya kemudian melapor ke polisi pada 25 April. Tanggal 3 Juni, dengan bantuan Brimob, KK ditemukan.
Tidak diketahui apakah kepergian KK tersebut bersama pacarnya S (30) atau tidak. Namun tiba-tiba, tanggal 21 Juni, datanglah pacar KK bersama teman-temannya.
"Dengan upaya paksa bawa pacarnya (KK)," jelasnya.
Karena ada penolakan dari orangtua KK, sekelompok pemuda ini mengeluarkan tembakan dua kali ke arah kaca rumah KK. Ayah KK pun terserempet peluru di tangannya.
"Sekarang lagi diperiksa dan divisum di rumah sakit," jelasnya.
Setelah itu, sekelompok pemuda membawa kabur KK. Polisi yang kemudian tiba di TKP menemukan 1 buah proyektil. Polisi hingga kini terus mencari keberadaan sekelompok pemuda yang diduga berdomisili di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, itu.
(nwk/nrl)










































