Ical: Moratorium Pengiriman TKI ke Saudi Ciptakan 1 Juta Pengangguran

Ical: Moratorium Pengiriman TKI ke Saudi Ciptakan 1 Juta Pengangguran

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2011 14:40 WIB
Ical: Moratorium Pengiriman TKI ke Saudi Ciptakan 1 Juta Pengangguran
Jakarta - Banyak yang meminta Pemerintah RI melakukan hard moratorium (penghentian sementara) pengiriman TKI ke Arab Saudi sebagai protes banyaknya kasus kekerasan yang menimpa TKI di sana. Namun kebijakan tersebut dipandang tidak tepat oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Menurut pria yang akrab disapa Ical ini, moratorium pengiriman TKI ke Saudi justru akan menimbulkan masalah baru. Yakni pengangguran di dalam negeri akan bertambah.

"Kalau moratorium langsung, bagaimana dengan 1 juta lapangan pekerjaan? Apakah kita semua sudah bisa membuat satu juta lapangan kerja? Itu secara dingin harus dipikirkan," ujar Ical.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini ia sampaikan kepada wartawan usai menghadiri seminar berjudul 'Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan untuk Membangun Karakter Bangsa' di ruang Pustakaloka, gedung Nusantara IV, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Menurut Ical para tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri sebaiknya diberikan pengertian tentang resiko bekerja di negeri orang. Dengan demikian resiko pekerja Indonesia yang terkena hukuman bisa diminimalisir.

"Kita mau mengadakan suatu proteksi kepada seluruh TKI, tapi proteksi itu juga harus berupa bagaimana lapangan kerja di Indonesia. Sebaiknya ada sesuatu pendidikan yang lebih lanjut tentang resikonya bekerja di sana," terangnya.

Ical juga tidak sependapat bila pemerintah Indonesia menarik hubungan diplomatik dengan Arab Saudi. Hubungan diplomatik dengan negara kaya minyak itu dinilai masih perlu, terutama untuk penyelenggaraan haji.

"Hubungan diplomatik harus terus berjalan, kalau tidak punya hubungan diplomatik, kita mau pergi haji bagaimana?. Diplomasi tingkat tinggi yang harus dilakukan Indonesia dengan Arab Saudi," imbuhnya.


(her/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini