Hendak Pilih Ketum Baru, Pengurus DPP PPP Sowan ke SBY

Hendak Pilih Ketum Baru, Pengurus DPP PPP Sowan ke SBY

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2011 14:05 WIB
Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak lama lagi menggelar muktamar untuk memilih Ketua Umum baru masa jabatan 2011-2015. Sebelum menyelenggarakan hajatan lima tahunan tersebut, Ketum DPP PPP Suryadharma Ali dan jajaran pimpinan DPP PPP menemui Presiden SBY di Wisma Negara.

Acara pertemuan antara Pengurus PPP dan Presiden SBY berlangsung di Wisma Negara. Padahal, biasanya pertemuan Presiden dengan para pengurus partai yang hendak melangsungkan hajatan biasanya berlangsung di Kantor Presiden.

"Beberapa waktu lalu Pak Suryadharma Ali menyampaikan kepada saya apakah PPP bisa silaturrahmi dengan saya. Jawaban saya, sangat-sangat bisa. Dan saya ucapkan alhamdulillah. Kenapa? Karena kita lama tak bersua lengkap seperti ini," kata SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut dia sampaikan saat memberi sambutan awal menerima kedatangan rombongan pengurus PPP di Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Hadir dalam acara ini para pengurus PPP seperti Irgan Chairul Mahfiz, Romahurmuzy, Lukman Hakim Syaefuddin, KH Nur Muhammad Iskandar dan masih banyak lagi pengurus pusat PPP lainnya. Sebagian besar dari mereka adalah pendukung Suryadharma dalam pencalonannya kembali sebagai Ketua Umum PPP.

Di dalam sambutannya Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengatakan, sekitar 60 pengurus PPP hadir dalam pertemuan ini. "Hampir 60 orang yang datang. Kehadiran kami dalam rangka muktamar PPP yang tak lama lagi akan berlangsung.

Surya mengatakan, muktamar kali ini dipercepat, harapannya agar PPP makin siap menghadapi Pemilu 2014. "Muktamar diajukan Juli 2011 dengan harapan PPP bisa lebih baik lagi menghadapi pemilu. Apalagi Bapak (SBY) tidak akan maju lagi," kata Suryadharma Ali disambut tawa hadirin termasuk Presiden SBY.

Presiden dalam acara ini didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, dan Seskab Dipo Alam. Acara cuma terbuka sekitar 10 menit saja. Selebihnya para wartawan diminta keluar ruangan Wisma Negara.

(anw/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads