Panja Mafia Pemilu: Peran Nurpati Dominan dalam Kasus Surat Palsu

Panja Mafia Pemilu: Peran Nurpati Dominan dalam Kasus Surat Palsu

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2011 12:46 WIB
Jakarta - Ketua Komisi II DPR yang juga pimpinan Panja Mafia Pemilu, Chairuman Harahap, menilai peran politisi Partai Demokrat (PD) Andi Nurpati paling dominan dalam kasus surat palsu di MK. Panja Mafia Pemilu pun akan memanggil yang bersangkutan.

"Peran Andi, ia dominan. Dia menghubungi panitera MK Zainal Arifin untuk menyerahkan (surat palsu) kepadanya," ujar Chairuman kepada wartawan.

Hal ini sampaikan di sela-sela acara seminar berjudul 'Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan untuk Membangun Karakter Bangsa' di ruang Pustakaloka, gedung Nusantara IV, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut politisi Golkar ini, Andi Nurpati yang juga mantan anggota KPU akan diminta menjelaskan perihal pengambilan keputusan dalam rapat pleno KPU. Di mana dalam rapat Pleno tersebut, Andi menggunakan surat palsu sebagai dasar mengambil keputusan.

"Tentang pengambilan keputusan dengan menggunakan surat yang tidak benar, padahal sudah diketahui surat lain. Karena Bawaslu pada hari itu sudah mengajukan protes," terangnya.

Selain Andi Nurpati, mantan hakim konstitusi Arsyad Sanusi, mantan juru panggil MK Mashuri Hasan dan Dewi Yasin Limpo juga akan dihadirkan ke Panja Mafia Pemilu. Namun Panja belum berencana akan memanggil putri Arsyad, Neshawati yang juga diduga memiliki peran dalam kasus ini.

"Semua nanti akan kita panggil, tapi tidak berbarengan. Kalau Nesha belum, kita lihat dulu keterangan Pak Arsyad," imbuhnya.

(her/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini