"Peran Andi, ia dominan. Dia menghubungi panitera MK Zainal Arifin untuk menyerahkan (surat palsu) kepadanya," ujar Chairuman kepada wartawan.
Hal ini sampaikan di sela-sela acara seminar berjudul 'Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan untuk Membangun Karakter Bangsa' di ruang Pustakaloka, gedung Nusantara IV, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentang pengambilan keputusan dengan menggunakan surat yang tidak benar, padahal sudah diketahui surat lain. Karena Bawaslu pada hari itu sudah mengajukan protes," terangnya.
Selain Andi Nurpati, mantan hakim konstitusi Arsyad Sanusi, mantan juru panggil MK Mashuri Hasan dan Dewi Yasin Limpo juga akan dihadirkan ke Panja Mafia Pemilu. Namun Panja belum berencana akan memanggil putri Arsyad, Neshawati yang juga diduga memiliki peran dalam kasus ini.
"Semua nanti akan kita panggil, tapi tidak berbarengan. Kalau Nesha belum, kita lihat dulu keterangan Pak Arsyad," imbuhnya.
(her/lrn)










































