Aksi digelar sekitar pukul 10.15 WIB di Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (22/6/2011). Mereka membawa poster yang sebagian diantaranya bertuliskan, "Dapat puja, rakyat berduka", "Segera advokasi TKI yang terjerat hukum di luar negeri", dan lain-lain.
Setelah berorasi, mahasiswa dari berbagai universitas di Jateng ini berdiri setengah lingkaran. Lima orang maju. Satu sebagai presiden, algojo, TKI, keluarga TKI, dan seorang lagi sebagai pencerita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah seperti ini yang kita sebut presiden?" kata sang narator.
Selanjutnya, para mahasiswa menaburkan bunga pada tubuh TKI korban pemancungan itu. Lagu "Darah Juang" diperdengarkan. Kemudian beberapa mahasiswa berorasi bergantian.
"Kami berharap pemerintah memprioritaskan perlindungan terhadap TKI. Sebabnya, dari waktu ke waktu, kasusnya makin mengerikan," kata LSO Pemberdayaan Wanita KAMMI Semarang, Fatimah.
Setelah satu jam unjuk gigi, aksi di tengah terik matahari itu berakhir dengan tertib. Sejumlah polisi hanya mengawasi dari bawah pohon, 30 meter dari lokasi aksi. Sementara arus lalu lintas tetap lancar.
(try/fay)











































