"Partai Demokrat harus konsisten dengan sikapnya, jangan hanya janji palsu," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun, Rabu (22/6/2011).
Ketika Nazaruddin pergi ke Singapura, ramai-ramai politisi PD menjamin Nazaruddin akan kembali seandainya surat panggilan dari KPK datang. Namun hingga 3 kali panggilan Nazaruddin tak kunjung menampakkan batang hidung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, apalagi kini Nazaruddin malah menohok kawan sendiri. Dari Singapura dia melempar bola panas menyangkut kolega partainya. "Demokrat harus serius pulangkan Nazaruddin, dukung penuh upaya hukumnya," urainya.
Demokrat tentu tahu bagaimana persisnya keterlibatan kadernya di kasus Kemenpora, mengingat Nazaruddin dan beberapa kader partai lainnya sudah diperiksa tim investigasi PD.
"Mendiamkan Nazaruddin sama saja PD memelihara anak harimau. Tentu PD harus membantu proses hukum yang dilakukan KPK, tidak bisa diam saja. Kalau diam tentu patut dicurigai ada sesuatu," tuturnya.
Nazaruddin berada di Singapura sejak 23 Mei 2011. Nazaruddin masuk daftar cegah ke luar negeri, KPK baru mengeluarkan surat cegah pada 24 Mei. Nazaruddin sudah 3 kali mangkir dari panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus Kemendiknas dan Kemenpora. Nazaruddin beralasan sakit.
(ndr/nvt)










































