Secara Teori, Pembatasan Mobil Ganjil & Genap Kurangi Macet 30%

Secara Teori, Pembatasan Mobil Ganjil & Genap Kurangi Macet 30%

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2011 11:47 WIB
Secara Teori, Pembatasan Mobil Ganjil & Genap Kurangi Macet 30%
Jakarta - Polda Metro Jaya akan memberlakukan aturan mobil ganjil dan genap untuk mengurangi kemacetan Ibukota. Secara teori, pembatasan mobil ganjil dan genap mampu mengurangi beban jalan hingga 30 persen.

"Kalau teorinya memang banyak literatur yang menyatakan konsep seperti itu. Jadi di hari tertentu, kendaraan pribadi bernopol ganjil, lalu hari berikutnya yang bernopol genap. Secara teoritik, penerapan ini bisa mengurangi beban jalan hingga 30 persen. Ini cukup signifikan," kata guru besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Tech Ir Danang Parikesit MSc, kepada detikcom, Rabu (22/6/2011).

Namun pada praktiknya, imbuh dia, dari sekian banyak negara yang menerapkan sistem ini, hampir tidak ada yang berhasil. Misalnya saja Korea Selatan yang pernah menerapkan kebijakan ini, keberhasilannya dipertanyakan lantaran beban jalan tidak berkurang signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu ada juga negara di Afrika yang menerapkan ini. Saya lupa yang menerapkan Kenya atau Tanzania. Tapi tidak ada yang mengklaim ini berhasil," sambung alumnus Technische Universitat Wina, Austria, ini.

Sebelumnya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya terus melakukan upaya untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Salah satunya dengan pembatasan mobil melalui sistem ganjil-genap plat nomor kendaraan. Sistem ini rencananya akan diterapkan di jalan yang dilalui TransJ.

"Menurut saya, sistem ganjil-genap ini jangan diberlakukan di semua jalan. Tapi, di jalan yang ada jalur buswaynya," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Royke Lumowa kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/6) lalu.

Menurutnya, pembatasan mobil dengan cara tersebut akan menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat. Maka dari itu, ia baru merencanakan untuk menerapkan aturan tersebut di jalur busway dulu.

"Mulanya pasti mendapat penolakan dari masyarakat. Tapi lama-lama, masyarakat akan mersakan nikmatnya kelancaran berlalu lintas," kata dia.

Royke mengatakan, pembatasan mobil dengan sistem ini baru sebatas wacana. Pihak-pihak terkait belum membahasnya dalam forum rapat bersama.

"Tapi rencana besarnya sudah masuk dalam UKP-PPP dan salah satunya juga pembatasan truk yang sudah kita terapkan," ujar dia.

Ia optimis, pembatasan kendaraan dengan sistem ini mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi. Sistem ganjil-genap, kata dia, berhasil mengurangi kemacetan di sejumlah negara Eropa dan China.

(vit/fay)


Berita Terkait