Kabareskrim: Data-data SMS 'Nazaruddin' Masih Didalami

Kabareskrim: Data-data SMS 'Nazaruddin' Masih Didalami

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2011 11:04 WIB
Jakarta - Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi mengatakan telah mendapatkan data-data terkait beredarnya SMS yang mengatasnamakan Nazaruddin. Saat ini data-data itu masih ditelusuri lebih jauh.

"Jadi itu memang kita sudah mendapatkan data-data sekarang kan masih dalam pendalaman. Apa maksudnya dan siapa yang mengirim," ujar Ito usai Launching Mobil dan Gerai Sentra Pelayanan Masyarakat, di lapangan Bhayangkara, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (22/6/2011).

Ito mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian Singapura untuk mengumpulkan bukti. Penelusuran tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kan sekarang kita lakukan penyelidikan yang mendalam karena menyangkut UU IT dan sampai saat ini kita harus bekerjasama dengan pihak luar negeri, kepolisian luar dalam hal ini. Karena memang nomor yang digunakan dari luar. Kedua diperkirakan dr luar. Pokoknya kita belum bisa menentukan siapa yang mengirim," jelas jenderal yang akan pensiun akhir bulan ini.

Jadi data sudah diperoleh Pak? "Data sudah pastilah, tapi kan telepon itu bisa dibeli oleh siapa saja bisa digunakan oleh siapa saja. Itu memerlukan suatu penguraian, hubungan antara si penelepon dengan siapa itu sekarang masih penyelidikan," imbuhnya.

Namun Ito membantah telah mengirim surat ke polisi Singapura untuk meminta data operator nomor telepon pengirim. "Nggak pake kirim surat, kita punya kerjasama bilateral," kilahnya.

Sebelumnya, dikabarkan Polisi Singapura telah mengirimkan surat kepada Polri terkait penyelidikan SMS 'Nazaruddin'. Surat itu balasan atas surat yang dikirim Polri sebelumnya, yang meminta kerjasama dan membuka data operator.

Sebelumnya, ancaman dari orang yang mengaku-ngaku Nazaruddin itu menyebar lewat SMS dan BlackBerry Messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +65843939xx. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor itu, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.

Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."

Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman itu. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," ucap Nazaruddin saat dihubungi.

Politikus Partai Golkar Indra J Pilliang pernah didatangi penyidik Bareskrim untuk diambil data-data HP-nya. Indra adalah penerima langsung SMS itu.

(ape/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads