"Belum tentu itu dari Nazaruddin," kata Mubarok saat dihubungi detikcom, Selasa (21/6/2011).
Dari tempat persembunyiannya di Singapura, Nazaruddin melempar bola panas terkait kasus di Kemenpora. Mantan bendahara umum itu menuding anggota Komisi X DPR dari FPD Angelina Sondakh menyerahkan uang Rp 8 miliar ke Wakil Ketua Banggar DPR, Mirwan Amir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya malah ragu datang dari dia (Nazaruddin). Sekarang teknologi sudah maju," katanya.
Isu soal Mr A yang disebut Ramadhan Pohan ingin menghancurkan Demokrat, justru diyakini Mubarok berada dibalik isu keterlibatan kader Demokrat dalam kasus pembangunan wisam atlet di Palembang.
"Itu dari Mr A (BBM)," imbuhnya. Saat disinggung identitas Mr A, Mubarok enggan menyebutnya. "Keberadaannya ada, tapi tidak bisa disebut," kilahnya.
Nazaruddin selalu mangkir dari panggilan KPK. Alasan sakit menjadi senjata ampuh Nazaruddin untuk tidak diperiksa sebagai saksi dalam kasus Kemenpora. Melihat tingkah kadernya yang terkesan membangkang terhadap hukum, Demokrat tidak bisa berbuat banyak. Bahkan terkesan memberi perlindungan.
"Silakan segera datang. Partai tidak bisa eksekusi fisiknya, pemainnya aparat apalagi berada di luar negeri," tutupnya.
(did/mad)











































