Saatnya Demokrat Pecat Nazaruddin di Partai dan DPR!

Saatnya Demokrat Pecat Nazaruddin di Partai dan DPR!

- detikNews
Rabu, 22 Jun 2011 05:58 WIB
Jakarta - Tingkah laku M Nazaruddin menjadi sorotan tatkala namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan suap di Kemenpora. Dengan alasan sakit Nazaruddin bertolak ke Singapura. Dari negeri itu Nazaruddin menuding beberapa koleganya di Demokrat ikut bermain.

Nazaruddin mulai menunjukkan sikap tidak kooperatif manakala dipanggil KPK sebagai saksi, tapi panggilan itu diabaikan. Melihat sikap kadernya seperti itu, sudah sepatutnya Demokrat mengambil tindakan tegas. Tidak cukup hanya mencopotnya sebagai bendahara partai.

Menurut pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, ketika partai menemukan adanya pelanggaran kode etik, sudah seharusnya Demokrat mencopot Nazaruddin sebagai kader partai. Ini menjadi penting untuk menunjukan keseriusan partai dalam upaya mendukung pemberantasan korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dicopot sebagai kader, otomatis posisi di DPR copot," kata Yunarto saat berbincang dengan detikcom, Selasa malam (22/6/2011).

Tim bentukan partai untuk menemui Nazar di negeri singa kata Yunarto tidak memberikan hasil yang positif. Seharunya tim ini dapat membantu penegakan hukum dengan memberikan informasi mengenai keadaan Nazar yang sesungguhnya.

"Seharusnya dapat kasih info ke KPK," pintanya.

Dengan kondisi sekarang ini, Yunarto pesimistis jika Nazaruddin dapat menunjukkan itikad baik kembali ke Indonesia membantu menyelesaikan kasus di Kemenpora. "Sulit rasanya berharap niat baik dari Nazaruddin," tutupnya.

Dari Singapura, Nazaruddin melempar bola panas terkait kasus di Kemenpora. Mantan bendahara umum itu menuding anggota Komisi X DPR dari FPD Angelina Sondakh menyerahkan uang Rp 8 miliar ke Wakil Ketua Banggar DPR, Mirwan Amir. Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng juga tak luput dari serangan Nazar.

(did/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads