Mantan Hakim Arsyad Tepis Tudingan Sekjen MK Janedjri

Kasus Andi Nurpati

Mantan Hakim Arsyad Tepis Tudingan Sekjen MK Janedjri

- detikNews
Selasa, 21 Jun 2011 18:10 WIB
 Mantan Hakim Arsyad Tepis Tudingan Sekjen MK Janedjri
Jakarta - Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsyad Sanusi membantah tudingan Sekjen MK Janedjri M Gaffar terkait kasus Andi Nurpati. Tudingan Janedjri bahwa Arsyad meminta agar menambahkan kata tertentu untuk keuntungan Dewi Yasin Limpo dianggap sebagai fitnah.

"Itu bohong semua. Saya berbicara mewakili bapak. Jadi bapak justru bersikap pasif dalam kasus itu," kata putri Arsyad, Neshawati saat dikonfirmasi, Selasa (21/6/2011).

Saat berbincang, Nesha mengaku ayahnya berada di sisinya. Keduanya tengah berada di Surabaya dan baru pulang dari umroh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bapak tidak mau memegang kasus itu, bapak ditunjuk. Tapi justru bapak yang mengingatkan Pak Mahfud jangan menunjuk dia karena Bu Dewi itu orang Sulawesi, jadi khawatir ada KKN," kata Nesha.

Nesha justru heran dengan pembentukan tim investigasi yang dibentuk MK. Dia merasa ayahnya, tidak pernah diperiksa atau ditanya tim investigasi, namun kemudian di DPR namanya disebut.

"Seharusnya tanya dulu Bapak, baru buat statement di DPR. Bapak itu pasif di kasus Bu Dewi, tidak melakukan apa-apa. Ini ada upaya memojokkan bapak," jelasnya.

Sekjen Mahkamah Konstitusi, Janedjri M Gaffar, mengungkap fakta baru soal kasus pemalsuan surat putusan MK, yang membuat nama Andi Nurpati terseret. Dia menyebut ada tekanan dari hakim konstitusi (saat itu) Arsyad Sanusi dalam pemalsuan dokumen tersebut.

"Ada under pressure, ada disampaikan bahwa ini Pak Arsyad yang minta. Untuk menambah kata 'menambah'," tutur Janedjri saat memberi keterangan dalam rapat Panja Mafia Pemilu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/6).

Hal ini disampaikan Janedjri setelah didesak Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap terkait penambahan klausul menambah jumlah perolehan suara Dewi Yasin Limpo (Hanura) dalam surat yang palsu tersebut. Dokumen ini yang membuat Dewi hampir duduk di kursi Senayan.

(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini